{"id":2016,"date":"2023-04-17T12:02:39","date_gmt":"2023-04-17T05:02:39","guid":{"rendered":"https:\/\/www.re-holz.com\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/"},"modified":"2023-04-20T12:30:10","modified_gmt":"2023-04-20T05:30:10","slug":"mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/","title":{"rendered":"Mengapa Decking Kayu Terbaik Tidak Terbuat dari Kayu"},"content":{"rendered":"<p><img decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-2011 size-full\" src=\"https:\/\/www.re-holz.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ReHolz_Why-the-Best-Wood-Decking-Isnt-Wood-at-All.jpg\" alt=\"ReHolz_Why the Best Wood Decking Isn\u2019t Wood at All\" width=\"1000\" height=\"300\" srcset=\"https:\/\/www.re-holz.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ReHolz_Why-the-Best-Wood-Decking-Isnt-Wood-at-All.jpg 1000w, https:\/\/www.re-holz.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ReHolz_Why-the-Best-Wood-Decking-Isnt-Wood-at-All-300x90.jpg 300w, https:\/\/www.re-holz.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ReHolz_Why-the-Best-Wood-Decking-Isnt-Wood-at-All-768x230.jpg 768w\" sizes=\"(max-width: 1000px) 100vw, 1000px\" \/><\/p>\n<p>Salah satu proyek perbaikan rumah paling populer saat ini adalah menambahkan decking pada area ruang tamu outdoor. Decking menjadi ruangan untuk menjamu tamu, menikmati alam bebas, atau sekadar bersantai. Saat memilih material untuk decking, kayu seringkali menjadi pilihan utama. Decking kayu telah lama menjadi pilihan populer selama bertahun-tahun karena memiliki beberapa keunggulan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3><strong>Alasan Decking Kayu Menjadi Pilihan Populer<\/strong><\/h3>\n<p><strong>Tampilan Natural<\/strong><\/p>\n<p>Kayu memiliki tampilan yang tak lekang waktu. Setiap potongan kayu itu unik, dengan pola dan warna butiran alaminya sendiri. Material ini dapat diwarnai atau dicat agar sesuai dengan skema warna rumah Anda, atau dibiarkan alami agar keindahannya terpancar.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Daya Tahan<\/strong><\/p>\n<p>Jika dipasang dan dirawat dengan benar, material ini dapat bertahan selama beberapa dekade. Kayu adalah bahan yang kuat dan kokoh yang dapat menahan lalu lintas kaki yang berat, furnitur, dan bahkan cuaca. Namun, harus dilakukan perawatan rutin seperti <em>sealing<\/em> dan <em>staining<\/em> agar kondisi tetap bagus.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sustainability<\/strong><\/p>\n<p>Kayu adalah sumber daya terbarukan. Selain itu, decking kayu memiliki jejak karbon yang lebih rendah daripada banyak bahan lainnya.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Serbaguna<\/strong><\/p>\n<p>Terakhir, metrial ini adalah pilihan serbaguna karena dapat digunakan di berbagai ruang tamu outdoor. Mulai dari area yang besar hingga teras kecil. Kayu dapat dirancang dalam berbagai bentuk dan ukuran, membuatnya mudah untuk membuat ruang tamu <em>outdoor<\/em> yang memenuhi kebutuhan Anda.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam Penggunaan Decking Kayu<\/h3>\n<p>Decking kayu mungkin memberikan sejumlah keunggulan, tetapi juga memiliki beberapa kelemahan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Maintenance<\/strong><\/p>\n<p>Decking kayu membutuhkan perawatan rutin, seperti <em>sealing<\/em> dan <em>staining<\/em>, agar tetap terlihat terbaik. Tanpa perawatan yang tepat, decking kayu dapat berubah warna, bengkok, dan bahkan membusuk.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Kerentanan terhadap Cuaca<\/strong><\/p>\n<p>Selain itu, kerentananan terhadap cuaca, termasuk sinar matahari, hujan, salju, dan perubahan suhu juga menjadi kelemahannya. Seiring waktu, paparan cuaca dapat menyebabkan decking kayu menyusut, melengkung, atau retak.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Kerusakan Serangga dan Hama<\/strong><\/p>\n<p>Decking kayu juga rentan terhadap kerusakan serangga dan hama, termasuk rayap, semut, dan serangga perusak kayu lainnya. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan struktural dan kebutuhan akan perbaikan yang mahal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Risiko Kebakaran\/strong&gt;<\/strong><\/p>\n<p>Decking kayu berisiko kebakaran, terutama di iklim kering atau panas. Jika kebakaran terjadi di dalam atau di sekitar dek kayu Anda, api dapat menyebar dengan cepat dan menyebabkan kerusakan parah.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Pilihan Desain Terbatas<\/strong><\/p>\n<p>Meskipun decking kayu dapat dirancang dalam berbagai bentuk dan ukuran, ia memiliki pilihan desain yang terbatas dalam hal warna dan tekstur. Decking kayu bisa diwarnai atau dicat, tetapi ini membutuhkan perawatan rutin dan bisa mahal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<h3>ReHolz &#8211; Material Lebih dari Kayu<\/h3>\n<p>Saat Anda memikirkan \u201ckayu terbaik untuk decking\u201d, Anda mungkin ingin menemukan bahan yang terbaik. Namun, ada pesaing baru di dunia material decking: ReHolz. Dibuat menggunakan 60% sekam padi, 22% garam biasa, dan 18% minyak mineral, ReHolz menawarkan banyak keunggulan.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tampilan Alami<\/strong><\/p>\n<p>ReHolz memiliki <em>finishing<\/em> natural yang terlihat mirip dengan kayu. Bukan hanya warnanya tapi juga teksturnya. Variasi alami ini menambah keindahan dan keaslian decking secara keseluruhan dan memberikan tampilan yang unik.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Sustainable<\/strong><\/p>\n<p>Kayu mungkin menjadi salah satu energi terbarukan. Tapi, dari menanam pohon hingga memanen membutuhkan waktu sekitar 10-20 tahun. Butuh waktu lama untuk menumbuhkan pohon padahal setiap harinya pohon ditebang agar kayunya bisa digunakan.<\/p>\n<p>Di sisi lain, ReHolz menggunakan bahan-bahan yang bersumber dari alam: 60% sekam padi, 22% garam dapur, dan 18% minyak mineral. Jadi, dapat didaur ulang atau digunakan kembali di akhir masa pakainya, sehingga mengurangi dampaknya terhadap lingkungan. Ini menjadikannya pilihan sustainable bagi mereka yang ingin menikmati keindahan dan fungsionalitas decking sambil meminimalkan jejak lingkungan mereka.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Tahan Lama<\/strong><\/p>\n<p>Decking ReHolz sangat tahan lama dan tahan terhadap berbagai faktor lingkungan yang dapat menyebabkan kualitas material decking lainnya menurun seiring waktu. Mereka memberikan keunggulan tahan cuaca, termasuk ketahanan terhadap rayap, air laut, embun beku, dan api. Selain itu, ReHolz memiliki warna degradable yang sangat rendah (6-7 tahun) dan anti jamur.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><strong>Dapat Disesuaikan<\/strong><\/p>\n<p>ReHolz adalah bahan yang dapat disesuaikan untuk memenuhi fantasi setiap perancang dengan menawarkan pilihan yang tak terhitung jumlahnya. Keserbagunaan ini menjadikan ReHolz pilihan terbaik bagi mereka yang menginginkan solusi decking yang unik dan personal.<\/p>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p>Kesimpulannya, decking kayu tradisional telah lama menjadi pilihan populer untuk ruang tamu <em>outdoor<\/em>, namun ReHolz menawarkan banyak keunggulan. ReHolz memiliki penampilan alami, tahan lama, perawatan rendah, tahan lama, sustainable, serbaguna, dan dapat disesuaikan. Jadi jika Anda sedang mencari material untuk ruang tamu <em>outdoor<\/em>, pertimbangkan ReHolz sebagai material decking terbaik yang bukan kayu sama sekali.<\/p>\n<hr \/>\n<p>Jika ada pertanyaan lebih lanjut tentang ReHolz, jangan ragu untuk menghubungi kami di <a href=\"tel:+623199533330\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">+623199533330<\/a> atau kirim pesan ke <a href=\"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/kontak-kami\/\">hello@re-holz.com<\/a>. Kami akan dengan senang hati mendiskusikan ide Anda dan membantu Anda memahami cara mendapatkan yang terbaik dari ReHolz.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Decking kayu telah menjadi pilihan populer untuk material decking, tetapi bukanlah pilihan terbaik. Inilah alasannya.<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":2014,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_genesis_hide_title":false,"_genesis_hide_breadcrumbs":false,"_genesis_hide_singular_image":false,"_genesis_hide_footer_widgets":false,"_genesis_custom_body_class":"","_genesis_custom_post_class":"","_genesis_layout":"","footnotes":""},"categories":[87],"tags":[],"class_list":{"0":"post-2016","1":"post","2":"type-post","3":"status-publish","4":"format-standard","5":"has-post-thumbnail","7":"category-article-id","8":"entry"},"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.5 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>Mengapa Decking Kayu Terbaik Tidak Terbuat dari Kayu - ReHolz<\/title>\n<meta name=\"description\" content=\"Decking kayu telah menjadi pilihan populer untuk material decking, tetapi bukanlah pilihan terbaik. Inilah alasannya.\" \/>\n<meta name=\"robots\" content=\"noindex, follow\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Mengapa Decking Kayu Terbaik Tidak Terbuat dari Kayu - ReHolz\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Decking kayu telah menjadi pilihan populer untuk material decking, tetapi bukanlah pilihan terbaik. Inilah alasannya.\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"ReHolz\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2023-04-17T05:02:39+00:00\" \/>\n<meta property=\"article:modified_time\" content=\"2023-04-20T05:30:10+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.re-holz.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ReHolz_Why-the-Best-Wood-Decking-Isnt-Wood-at-All_thumb.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"434\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Admin Crea Reholz\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Admin Crea Reholz\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\\\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\\\/\"},\"author\":{\"name\":\"Admin Crea Reholz\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/87bd864596ab659769b4a13040937c56\"},\"headline\":\"Mengapa Decking Kayu Terbaik Tidak Terbuat dari Kayu\",\"datePublished\":\"2023-04-17T05:02:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-04-20T05:30:10+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\\\/\"},\"wordCount\":752,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/04\\\/ReHolz_Why-the-Best-Wood-Decking-Isnt-Wood-at-All_thumb.jpg\",\"articleSection\":[\"Article\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\\\/#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\\\/\",\"name\":\"Mengapa Decking Kayu Terbaik Tidak Terbuat dari Kayu - ReHolz\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\\\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\\\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/04\\\/ReHolz_Why-the-Best-Wood-Decking-Isnt-Wood-at-All_thumb.jpg\",\"datePublished\":\"2023-04-17T05:02:39+00:00\",\"dateModified\":\"2023-04-20T05:30:10+00:00\",\"description\":\"Decking kayu telah menjadi pilihan populer untuk material decking, tetapi bukanlah pilihan terbaik. Inilah alasannya.\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\\\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\\\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\\\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/04\\\/ReHolz_Why-the-Best-Wood-Decking-Isnt-Wood-at-All_thumb.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2023\\\/04\\\/ReHolz_Why-the-Best-Wood-Decking-Isnt-Wood-at-All_thumb.jpg\",\"width\":600,\"height\":434,\"caption\":\"ReHolz_Why the Best Wood Decking Isn\u2019t Wood at All_thumb\"},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\\\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Mengapa Decking Kayu Terbaik Tidak Terbuat dari Kayu\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/\",\"name\":\"ReHolz - More Than Wood\",\"description\":\"More Than Wood Material\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/#organization\"},\"alternateName\":\"ReHolz - More Than Wood\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/#organization\",\"name\":\"ReHolz - More Than Wood\",\"alternateName\":\"ReHolz - More Than Wood\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/Logo-Reholz-Green-New.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2022\\\/09\\\/Logo-Reholz-Green-New.png\",\"width\":300,\"height\":115,\"caption\":\"ReHolz - More Than Wood\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\\\/id\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/87bd864596ab659769b4a13040937c56\",\"name\":\"Admin Crea Reholz\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/56e51d001dbb837e17d4f5363d43dafc540ed11b358b36060761e45aa113a199?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/56e51d001dbb837e17d4f5363d43dafc540ed11b358b36060761e45aa113a199?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/56e51d001dbb837e17d4f5363d43dafc540ed11b358b36060761e45aa113a199?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Admin Crea Reholz\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.re-holz.com\"]}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Mengapa Decking Kayu Terbaik Tidak Terbuat dari Kayu - ReHolz","description":"Decking kayu telah menjadi pilihan populer untuk material decking, tetapi bukanlah pilihan terbaik. Inilah alasannya.","robots":{"index":"noindex","follow":"follow"},"og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Mengapa Decking Kayu Terbaik Tidak Terbuat dari Kayu - ReHolz","og_description":"Decking kayu telah menjadi pilihan populer untuk material decking, tetapi bukanlah pilihan terbaik. Inilah alasannya.","og_url":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/","og_site_name":"ReHolz","article_published_time":"2023-04-17T05:02:39+00:00","article_modified_time":"2023-04-20T05:30:10+00:00","og_image":[{"width":600,"height":434,"url":"https:\/\/www.re-holz.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ReHolz_Why-the-Best-Wood-Decking-Isnt-Wood-at-All_thumb.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Admin Crea Reholz","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Admin Crea Reholz","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/"},"author":{"name":"Admin Crea Reholz","@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/#\/schema\/person\/87bd864596ab659769b4a13040937c56"},"headline":"Mengapa Decking Kayu Terbaik Tidak Terbuat dari Kayu","datePublished":"2023-04-17T05:02:39+00:00","dateModified":"2023-04-20T05:30:10+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/"},"wordCount":752,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.re-holz.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ReHolz_Why-the-Best-Wood-Decking-Isnt-Wood-at-All_thumb.jpg","articleSection":["Article"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/","url":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/","name":"Mengapa Decking Kayu Terbaik Tidak Terbuat dari Kayu - ReHolz","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.re-holz.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ReHolz_Why-the-Best-Wood-Decking-Isnt-Wood-at-All_thumb.jpg","datePublished":"2023-04-17T05:02:39+00:00","dateModified":"2023-04-20T05:30:10+00:00","description":"Decking kayu telah menjadi pilihan populer untuk material decking, tetapi bukanlah pilihan terbaik. Inilah alasannya.","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/#primaryimage","url":"https:\/\/www.re-holz.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ReHolz_Why-the-Best-Wood-Decking-Isnt-Wood-at-All_thumb.jpg","contentUrl":"https:\/\/www.re-holz.com\/wp-content\/uploads\/2023\/04\/ReHolz_Why-the-Best-Wood-Decking-Isnt-Wood-at-All_thumb.jpg","width":600,"height":434,"caption":"ReHolz_Why the Best Wood Decking Isn\u2019t Wood at All_thumb"},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/mengapa-decking-kayu-terbaik-tidak-terbuat-dari-kayu\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Mengapa Decking Kayu Terbaik Tidak Terbuat dari Kayu"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/#website","url":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/","name":"ReHolz - More Than Wood","description":"More Than Wood Material","publisher":{"@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/#organization"},"alternateName":"ReHolz - More Than Wood","potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/#organization","name":"ReHolz - More Than Wood","alternateName":"ReHolz - More Than Wood","url":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.re-holz.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Logo-Reholz-Green-New.png","contentUrl":"https:\/\/www.re-holz.com\/wp-content\/uploads\/2022\/09\/Logo-Reholz-Green-New.png","width":300,"height":115,"caption":"ReHolz - More Than Wood"},"image":{"@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/#\/schema\/person\/87bd864596ab659769b4a13040937c56","name":"Admin Crea Reholz","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e51d001dbb837e17d4f5363d43dafc540ed11b358b36060761e45aa113a199?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e51d001dbb837e17d4f5363d43dafc540ed11b358b36060761e45aa113a199?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/56e51d001dbb837e17d4f5363d43dafc540ed11b358b36060761e45aa113a199?s=96&d=mm&r=g","caption":"Admin Crea Reholz"},"sameAs":["https:\/\/www.re-holz.com"]}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2016","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2016"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2016\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2018,"href":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2016\/revisions\/2018"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/2014"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2016"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2016"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.re-holz.com\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2016"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}